Jurus pemerintah Jokowi-Jk agar industri Indonesia berdaya saing di era digital

Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk memasuki revolusi Industri 4.0. Hal tersebut untuk menghindari ketertinggalan revolusi industri robotik kembali terulang.

Direktur Jenderal Ketahanan Industri dan Pengembangan Akses Industri Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan revolusi industri 4.0 merupakan bentuk inisiatif pemerintah Jokowi-Jk menyikapi perkembangan bisnis saat ini yang mengarah pada era digitalisasi.

“Industri 4.0 yang 4 April dicanangkan Bapak Presiden dan Menteri Perindustrian merupakan inisiatif menyikapi perkembangan bisnis saat ini,” kata Putu, dalam sebuah diskusi, di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (7/7).

Perkembangan teknologi dan kecepatan industri tidak bisa dihentikan. Sebab itu pemerintah ingin memanfaatkan kondisi tersebut agar ketertinggalan yang sempat di alami Indonesia pada era robotik tidak terulang kembali pada era revolusi industri 4.0.

“Waktu itu kita memang tertinggal industri robotik, investor membutuhkan robot Indonesia tertinggal industri semi conductor kami tidak ingin tertinggal revolusi industri ke 4.0,” tuturnya.

Menurut Putu, untuk menjalankan revolusi industri 4.0 membutuhkan dukungan banyak pihak. Untuk itu selain pemerintah, pihak lain juga melakukan perubahan menuju industri berbasis digitalisasi.

“Kami menyadari untuk bangun industri butuh dukungan banyak pihak, kita masih pada era teknologi informatika dan robot kita lebih masif dengan adanya internet robotic, khususnya industri manufaktur,” tandasnya. [azz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *