AS-China perang dagang, keramik dan baja dikhawatirkan banjiri Indonesia

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi melempar serangan pertama dalam perang dagang dengan memberlakukan tarif pada impor Tiongkok. Tarif AS pada impor China senilai USD 34 miliar. Trump juga mengancam akan mengenakan tarif tambahan menjadi USD 500 miliar jika China melakukan perlawanan berupa pemberlakuan tarif balasan.

Direktur Jenderal Ketahanan Industri dan Pengembangan Akses Industri Internasional, Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan mengaku khawatir dampak dari perang dagang yang dilakukan oleh kedua negara tersebut. Pasalnya, keramik dan baja asal kedua negara tersebut berpotensi banjiri Indonesia.

“Yang dikhawatirkan dari perang dagang itu kan luberan (ekspor) ke sini. Jadi kalau mereka saling tahan menahan barang itu biarkan saja tapi kita khawatirkan adalah luberan ke sini,” ujarnya dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/7).

“Melalui berapa pertemuan di Kemenko Perekonomian ada dua industri yang Pak Menteri (Airlangga) sangat konsen yaitu baja dan keramik yang dikhawatirkan itu jangan sampai terjadi luberan akibat terjadi perang dagang itu,” tambahnya.

Lebih jauh dia mengatakan, untuk mengantisipasi dampak dari perang dagang tersebut maka akan segera dilakukan rapat koordinasi antara kementerian/lembaga terkait yang akan dilangsungkan di Kementerian Perekonomian. Hal itu sebagai tindak lanjut dari ancaman kedua negara itu.

“Besok Minggu akan ada pertemuan di Kemenko Perekonomian kemudian beberapa rekan rekan media bisa hadir di Kemenko Perekonomian Minggu sore, karena pertemuannya dilakukan di sana. Tapi setiap kementerian akan diminta membawa bahan bahannya untuk mengantisipasi ini,” kata Putu. [azz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *